Jakarta, 2026 – Memasuki tahun ajaran 2026/2027, GuruInovatif.id menyelenggarakan Entry Level Assessment (ELA) secara nasional di lebih dari 50 sekolah pada periode Juli–September 2026. Program ini melibatkan lebih dari 300 guru dan 10.000 peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.
ELA merupakan asesmen diagnostik yang bertujuan memetakan kemampuan awal siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung. Hasil asesmen memberikan informasi bagi guru mengenai kondisi awal peserta didik sehingga strategi pembelajaran dapat disusun berdasarkan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
Berbeda dengan ujian yang berfokus pada hasil belajar, ELA digunakan sebagai pemetaan awal. Data yang diperoleh dapat membantu guru mengidentifikasi siswa yang membutuhkan penguatan materi dasar, menentukan kebutuhan remedial dan pengayaan, serta menyusun pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Dilaksanakan di Puluhan Sekolah
Pelaksanaan ELA dilakukan secara bertahap di berbagai sekolah mitra, antara lain SMPN 1 Bangil, SMPN 3 Kepanjen, SMKN 9 Malang, SMK Telkom Malang, SMP Negeri 2 Malang, SMP Negeri 6 Malang, SMP Negeri 29 Malang, SMA Islam 1 Surakarta, SMPN 17 Jakarta, SMPN 280 Jakarta, SMKN 60 Jakarta, SMAN 83 Jakarta, SMP Bakti Idhata, SMK Manba’ul Ulum, dan SMP IT As-Salam.
Jumlah sekolah peserta masih akan bertambah hingga pelaksanaan program berakhir pada September 2026.
Dalam pelaksanaannya, GuruInovatif.id juga bekerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi pendidikan, di antaranya Komunitas Laskar Belajar, Girls On Path, Himpunan Mahasiswa Departemen Kimia “Oksigen”, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil, BEM Universitas Yudharta Pasuruan, UKM GEMAPEDIA, dan Better Youth Malang.
Kolaborasi tersebut mendukung pelaksanaan asesmen sekaligus memperluas akses sekolah terhadap program pemetaan kemampuan peserta didik.
Hasil ELA Ditindaklanjuti Bersama Orang Tua
Tidak berhenti pada pemberian hasil asesmen, GuruInovatif.id juga menghadirkan program Parenting After ELA bersama psikolog profesional.
Melalui program ini, orang tua mendapatkan penjelasan mengenai hasil asesmen anak, kesiapan belajar, karakteristik gaya belajar, perkembangan sosial-emosional, kesehatan mental, serta strategi pendampingan yang dapat diterapkan di rumah.
Dengan adanya tindak lanjut tersebut, hasil ELA dapat digunakan oleh guru dan orang tua sebagai dasar untuk memberikan dukungan yang lebih sesuai terhadap kebutuhan masing-masing anak.
Mendorong Pembelajaran Berbasis Data
GuruInovatif.id melihat pemetaan kemampuan awal sebagai langkah penting dalam membangun pembelajaran yang lebih adaptif. Dengan mengetahui kondisi siswa sejak awal tahun ajaran, guru dapat menentukan prioritas pembelajaran dan memberikan intervensi secara lebih tepat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen GuruInovatif.id dalam mendorong penggunaan data untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Sebagai platform pendidikan yang telah mendampingi guru di 38 provinsi Indonesia, GuruInovatif.id menargetkan hingga 2027 dapat memberikan dampak kepada lebih dari 570.000 guru, 10.000 sekolah, dan 77.000 siswa melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, asesmen, dan pengembangan profesional.
Melalui ELA, GuruInovatif.id mendorong sekolah untuk tidak hanya bertanya “berapa nilai siswa?”, tetapi juga memahami “apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih dibutuhkan siswa?”. Dari pemahaman tersebut, pembelajaran dapat dirancang dengan lebih tepat sejak awal.